This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Februari 2013

Larangan Meniup Minuman dan Bernafas Didekatnya

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَن ْ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الْإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا قَالَ فَإِنِّي لَا أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ فَأَبِنْ الْقَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang utk meniup ke dlm minuman. Kemudian seorang laki-laki berkata, “Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dlm bejana?” Beliau bersabda: “Kalau begitu, tumpahkanlah.” Dia berkata lagi, “Sungguh, aku tidaklah puas dgn sekali tarikan nafas.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat utk minum) dari mulutmu.” (HR. At-Tirmizi no. 1887 & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm 6912)
Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dlm bejana (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً
“Apabila seekor lalat hinggap dlm tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya dia mencelupkan lalat tersebut ke dlm minuman itu, kemudian hendaknya dia membuangnya (lalat tersebut). Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit & pada sayap lainnya terdapat penawarnya.” (HR. Al-Bukhari no. 3320)

Larangan Meniup Minuman

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang utk bernafas ke dlm minuman & juga melarang utk meniupnya. Hal itu karena amalan tersebut bisa menjadi sebab terganggunya kesehatan & juga membuat air tersebut tak bisa diminum lagi oleh orang lain. Larangan ini bersifat mutlak & tetap berlaku, walaupun ada kotoran di dlm minuman tersebut, karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam tetap melarang utk meniup kotoran tersebut tapi beliau menganjurkan utk membuang kotoran tersebut. Kalaupun dia terpaksa harus bernafas maka hendaknya dia menjauhkan bejana tersebut dari mulutnya agar nafas & tiupannya tak masuk ke dlm bejana tersebut.
Tuntunan lain dlm minum adalah jika ada seekor lalat yang jatuh ke dlm minuman maka minuman tersebut tak boleh dibuang karena merupakan bentuk tabdzir. Akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan utk mencelupkan seluruh tubuh lalat tersebut ke dlm air lalu mengeluarkannya & membuangnya. Karena pada salah satu sayap lalat itu ada penyakit sementara penawarnya berada pada sayapnya yang lain. Dan jika penyakit & penawarnya ini bercampur dlm minuman maka pengaruh penyakit tersebut akan hilang dgn izin Allah karena didominasi oleh penawarnya. Hadits ini juga menunjukkan bahwa bangkai hewan yang tak mengalir darahnya seperti lalat, cicak, kecoa, nyamuk, & semacamnya bukanlah najis. Karena seandainya dia najis maka tak mungkin Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan utk mencelupkan lalat tersebut.

Rabu, 06 Februari 2013

Religious Myspace Comments

zwani.com myspace graphic comments










" Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti. Jadikanlah hidupku menjadi bekal tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku." (HR. Muslimin)



Hadist pertama :
 الإسلام هو الدين الذي هو نظيفة ، ثم يجب أن تكون نظيفة ، وسيكون في واقع الأمر لا يدخل الجنة إلا أولئك الذين نظيفة

Dari Aisyah r.a, Rosululloh SAW bersabda : Islam itu agama yang bersih, maka hendaknya kamu menjadi orang yang bersih, sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (H.R.Tobroni)
Kebersihan dicintai Allah
 لله تعالى كذلك، وقال انه يحب الرفق. الله كان نظيف ، يحب النظافة. كان يحب الله هو مجيد ، المجد. الله كريم، يحب رخيصة قلوبكم، أيها جيدة ونظيفة حتى لا يحب اليهود
Yang diriwatkan dalam hadist yang artinya : ” Sesungguhnya Allah SWT baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan, Dia menyukai murah hati, Maka bersihkanlah olehmu barang dan janganlah kalian menyerupai orang yahudi “.
Hadist Tentang membersihkan badan


 تطهير الجسم. وسوف يطهر الله لك. فمن المؤكد خادما لا أحد "من النوم الذي (مسلم) في نظيفة / نقية ولكن النوم معه، والشعر، الشعر، لا الملائكة الذين يصلون باستمرار. الله يغفر للرجل منكم لأنه ينام في الواقع في حالة نقية / نظيفة.
Bersihkanlah badan. maka Allah akan membersihkan kamu. Maka sesungguhnya tidak ada seorang ‘abdi (muslim) yang tidur dalam keadaan bersih/suci kecuali tidur bersamanya, pada rambut-rambutnya, malaikat yang tidak ada henti-hentinya mendoa. Ya Allah ampunilah, abdimu ini karena sesungguhnya ia tidur dalam keadaan suci/bersih. (HR Thabrani, Ibnu Hibban).
Hadist yang menyatakan kebersihan itu sebagian dari iman

 الحمد لله قراءة الجداول التي تلبي الخيرية، شكرنا الله سبحان لله قراءته تملأ الغرفة ما بين السماء والأرض، والصلاة نور والصدقة هي شهادة الإيمان، والصبر هو النور ، والقرآن هو دليل (الأسباب التي تبرر أو اللوم ) بالنسبة لك ، لك. كل إنسان في التعاملات الصباحية في نفسه (الله أو الشيطان) ​​، وهناك أوقات عندما كان محظوظا وكانت هناك أوقات عندما خسر
"Membaca Al-hamdulillah itu memenuhi timbangan amal, membaca Subhanallah Walhamdulillah itu memenuhi ruangan antara langit dan bumi, sholat itu merupakan cahaya, sedekah merupakan bukti keimanan, sabar itu merupakan sinar, dan Al-qur’an itu merupakan hujjah ( alasan yang membenarkan atau menyalahkan ) bagi kamu atas kamu. Setiap manusia pada waktu pagi memperjualbelikan dirinya ( kepada Allah SWT atau kepada syetan ), Ada kalanya ia beruntung dan ada kalanya ia rugi. “

Aurat Wanita Dari Firman Allah Dan Hadits Nabi 


Bulu kening “Rasullullah melaknat perempuan yang mencukur/ menipiskan bulu kening/ meminta supaya dicukurkan bulu keningnya” (HR. Abu Daud) Kaki (tumit kaki) “Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” (QS. An-Nur : 31) Keterangan : menampakkan kaki & menghayunkan/ melenggokan badan mengikuti hentakan kaki. Wangian “Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina (HR. Nasaii ibn Khuzaimah & Hibban). Dada “Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain kudung hingga menutupi dada mereka” (QS. An-Nur : 31). Gigi “Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikir giginya (HR. At-Thabrani) “Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan ALLAH” (HR. Bukhari & Muslim) Muka & Tangan. Asma binti Abu Bakar telah telah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasulullah “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja” (HR. Bukhari & Muslim) Tangan “Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya” (HR. At-Thabrani & Baihaqi) Mata “Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangannya” (QS. An-Nur : 31) Sabda Nabi SAW “Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan yang seterusnya tidak dibenarkan” (HR. Tirmidzi & Abu Daud) Mulut (suara) “Janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al Ahzab : 32) Tunduk = berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka Dalam hati mereka ada penyakit = orang yang mempunyai niat serong dengan wanita, seperti melakukan zina) Kemaluan “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan pandangannya dan menjaga kehormatannya (An – Nur : 31) Pakaian “Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka ALLAH akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhir nanti” (HR. Abu Daud) “Sesungguhnya sebilang ahli neraka adalah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya” (HR. Bukhari & Muslim) “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab : 59) Rambut “Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya” (HR. Bukhari & Muslim) Sudah jelas tertulis dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW tentang Aurat wanita, lantas.. masihkah kita mengingkari-Nya?? Masihkah kita bisa mengatakan “Aku belum siap berhijab??” lantas.. sampai kapan kita SIAP?? adakah kita tau bahwa kita masih dapat bernafas tahun depan? bulan depan? minggu depan? lusa? besok? atau.. sedetik yg akan datang??

Kamis, 03 Januari 2013

Surah At-tin

Surah at-Tin terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan Surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah al-Buruj. Nama at-Tin diambil dari kata at-tin’ yang artinya buah tin.

1. Bismillahir-rahmanir-rahim(i).
2. Wat-tini waz-zaitμn(i).
3. Wa ¯tμri sinin(a).
4. Wa hazal-baladil-amin(i).
5. Laqad khalaqnal-insana fi ahsani taqwim(in).
6. Summa radadnahu asfala safilin(a).
7. Illal-lazina amanμ wa ‘amilus-salihati falahum ajrun gairu mamnμn(in).
8. Fama yukazziibuka ba‘du bid-din(i).
9. Alaisalluhu bi’ahkamil-hakimin(a).

Arti Surah At-Tin
1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
2. Demi gunung Sinai,
3. Dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.
4. Sungguh, Kami telah men-ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baik-nya,
5. kemudian Kami kembali-kan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang
    tidak ada putus-putusnya.
7. Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya
    keterangan-keterangan) itu?
8. Bukankah Allah hakim yang paling adil?

Makna QS At-Tin
Setelah kalian mengetahui arti Q.S. at-Tin, menurut pendapatmu apa makna yang terkandung di dalam Surah tersebut?
Makna yang dapat diambil dari Q.S. at Tin antara lain:
 1. Manusia merupakan makhluk terbaik yang dijadikan oleh Allah swt.,  baik jasmaniah maupun rohaniah.
2. Jika manusia tidak beriman dan beramal saleh, maka manusia menjadi makhluk yang amat rendah.
3. Manusia yang beriman dan beramal saleh akan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya yaitu surga.
4. Allah swt. merupakan hakim yang seadil-adilnya.